Bahasa Indonesia
Saya mengetahui buku ini dari teman saya, Jimmy. Secara tidak langsung, ia merekomendasikan buku ini kepada saya untuk dibaca. Setelah saya baca dan mengaitkannya dengan realita-realita yang saya alami sebelumnya sebagai warga Bali yang menganut agama Hindu, saya mengambil kesimpulan bahwa betapa boros dan konyolnya saya dan keluarga saya menghabiskan uang dan waktu untuk sebuah upakara. Buku yang ditulis oleh Ngakan Putu Putra menceritakan tentang perilaku umat Hindu yang tinggal Bali yang sulit bersaing dengan kondisi global karena diikat oleh upacara atau tradisi atau warisan dari leluhur. Saya melihat bahwa jika kita tidak melaksanakan tradisi atau warisan dari leluhur maka kita akan dikutuk atau dijatuhi hukuman oleh leluhur. Jadi, secara tidak sadar atau bahkan sadar, mayoritas umat Hindu di Bali melaksanakan upacara atau tradisi karena takut akan hukuman bukan karena rasa syukur.
Pada tanggal 24 Desember 2024, keluarga besar saya di Gianyar mengadakan upacara besar. Upacara besar ini ditujukan untuk menghormati leluhur. Wujud dari upacara ini adalah menghias tempat-tempat sembahyang di rumah dan menyediakan alat-alat upacara yang mana menghabiskan biaya dan waktu yang besar. Saya dan keluarga kecil tinggal di daerah Nusa Dua, maka kami juga harus melakukan hal yang sama. Masalahnya adalah situasi ekonomi saya dan keluarga kecil tidak mapan untuk melakukan hal-hal tersebut. Biaya yang kami habiskan sekitar 750 ribu rupiah, sebuah angka yang besar sekali. Saya merasakan hampa saat melakukan pemujaan ini karena biaya yang dihabiskan dan banyak sekali sarana upacara yang harus dihaturkan di masing-masing tempat sembahyang. Ini terjadi karena kami melaksanakan tradisi dari nenek saya. Saya berargumen bahwa tradisi adalah sesuatu yang terjadi dan perlu dilakukan di masa itu. Saat itu, keluarga besar saya sangat berkecukupan. Namun, saat itu dan saat ini adalah hal yang berbeda dan tradisi itu perlu direformasi. Saya berpikir dan merasa bahwa saya jauh lebih memiliki rasa untuk menghaturkan sarana upacara yang sederhana dibandingkan sarana upacara yang berlebihan atau boros. Saya juga berpikir bahwa saya menjalani hidup ini bukan nenek dan leluhur saya. Saya juga yakin bahwa nenek dan leluhur tidak ingin membiarkan saya yang masih hidup sengsara di dunia ini.
English
I know this book from my friend, Jimmy. Indirectly, he recommends this book to me to read. After I read and relate it with the realities I'm facing on as Bali citizen who hold Hinduism, I take a conclusion that how wasteful and ridiculous I am and my family to spend money and time for a ritual. The book written by Ngakan Putu Putra tells about Hindus living in Bali is difficult to compete with global situasion because bind by ritual or tradition or heritage from ancestor. I see that if we don't do the tradition or ritual from the ancestor then we will get cursed or get punished from the ancestor. So, in consciously or unconsciously, majority of Hindus living in Bali do tradition or ritual because of fear of punishment not of gratitude.
In 24th December 2024, my big familiy in Giayar do a quite big ritual. This ritual purpose for respect to ancestor. The implementation of this ritual are decorate the place of worship and provide ceremonial equipment which costs money and time. I and my little familiy live in Nusa Dua so we must follow the same way. The problem is our economy situation is not suitable for that case. We spend around $50 for this ritual which is expensive for me. I feel emptiness when do this ritual because of the cost and a lot of equipment we put in each of place of worship. This happened because of my grandma's tradition. I argue that tradition is a thing that happened and needs to be done at that time. At that time, my family is very well off. But, that time and this time is different and the tradition need to be reformed. I think and feel that I more have feeling for gratitude if I provide a simple ceremonial equipment rather than the expensive and useless one. I'm also feel that I with my familiy run this live not my grandma or my ancestors. I'm also believe that my grandma and ancestors don't want us to be suffered because of this tradition.